Apalah
arti sebuah nama? Hal ini merupakan kalimat yang sering kita dengar di masyarakat. Padahal nama adalah jati diri
yang menjadi sebuah identitas penting bagi seseorang dalam kehidupan. Jika kita
pikirkan, bahwa dalam realita kehidupan bagaimana jika manusia tidak memiliki
nama, pasti kita akan bingung dalam berinteraksi satu sama lain karena tidak tahu harus memanggil apa dan juga
setiap kita akan berkenalan pasti nama adalah satu hal yang selalu ditanyakan.
Hal ini membuktikan bahwa sebuah nama menjadi salah satu media untuk kita
saling berkomunikasi satu sama lain. Nama
menjadi semakin penting seiring majunya perkembangan zaman, dimana di zaman
sekarang ini dalam sebuah pengisian identitas pasti selalu adanya pengisian
nama dalam biodata, hal ini pun menjadi alasan pentingnya sebuah nama.
Ketika
seorang anak dilahirkan ke dunia ini, tentunya orang tua sudah menyiapkan nama
untuknya. Dalam memberikan nama orang
tua pasti mempertimbangkan nama yang baik untuk anaknya, dalam setiap nama
pasti terselip makna yang memiliki arti sesuai dengan harapan orang tua untuk
anaknya. Tapi masih banyak orang tua yang memberikan nama pada anaknya karena
ikut-ikutan nama yang sedang trend, ada
yang memberikan nama tanpa tahu arti dari nama yang diberikan, ataupun ada yang
meyukai anaknya memiliki nama yang unik dan masih banyak lagi alasannya.
Sebenarnya orang tua harus berhati-hati terhadap pemberian nama pada anaknya,
karena pemberian nama dapat berpengaruh pada kepribadian, kemampuan anak dalam
berinteraksi dan bagaimana orang lain menilai diri sang pemilik nama.
Pemberian
nama yang baik akan memiliki pengaruh positif pada sang pemilik nama karena
mereka akan memiliki kepribadian yang baik, dimana ia akan menghargai dirinya
sendiri, memiliki rasa percaya diri, mereka akan nyaman berinteraksi satu sama
lain dan hal positif lainnya. Berbeda jika pemberian namanya tidak baik maka
akan memiliki pengaruh negatif pada sang pemilik nama karena mereka akan
memiliki kepribadian yang kurang baik. salah satu faktornya adalah banyak
temannya yang membuat panggilan atau yang lebih sering kita kenal ‘landian’,
yang secara tidak langsung membuat suatu karakter yang sesuai dengan landian
tersebut dan juga membuat sang pemilik nama menjadi tidak percaya diri.
Tentunya hal ini berdampak tidak baik pada sang pemilik nama dalam menjalani
hidupnya di masa depan nanti.
Saya
pernah mempelajari cara penghitungan nama
dengan tradisi masyarakat Jawa untuk menghitung nama tentang bagaimana
karakter dari sebuah nama. Disini saya belajar betapa pentingnya sebuah nama, sehingga kita harus berhati-hati
dalam memberikan nama, ketika kita tidak tepat dalam memberikan nama yang baik
maka akan berpengaruh negatif terhadap kehidupan di masa depan sang pemilik
nama karena karakternya yang kurang baik. Sebaliknya jika kita memberikan nama
yang baik maka akan berpengaruh positif bagi sang pemilik nama karena
karakternya yang baik pula.
Dalam
pemberian nama pun harus dalam waktu yang tepat, kita sebagai umat muslim tentu
dalam memberikan nama memiliki waktu tertentu sebagaimana dalam hadist Sumurah
bin Jundib bahwa Rasulullah SAW bersabda “Setiap
anak tergadai dengan aqiqahnya yang harus disembelih pada hari ketujuh setelah
kelahirannya, dicukur rambutnya dan
diberi nama.” (HR
Abu Dawud). Disini dikatakan bahwa pemberian nama sebaiknya pada hari ketujuh,
namun hal ini tidak menjadi patokan harus pada hari ketujuh saja, karena masih
ada keterangan lain yang menyebutkan bahwa nama dapat diberikan pada bayi baru
lahir ataupun pada hari ketiga setelah kelahiran bayi. Berbeda dengan adat di
masyarakat, pemberian nama biasanya pada hari keempat puluh setelah kelahiran
bayi. Perbedaan waktu pemberian nama sebenarnya bukanlah hal yang perlu
dipermasalahkan, namun hal ini kembali lagi pada kepercayaan masing-masing karena
hal ini bukanlah hal yang dapat dipaksakan.
‘Apalah
arti sebuah nama?’ dapat kita simpulkan bukanlah hal yang bisa dianggap sepele,
meskipun sebuah nama sederhana namun memiliki makna yang begitu luas. Nama merupakan hal yang penting
bagi sang pemilik nama karena akan berpengaruh pada pembentukan konsep jati
diri dan juga karakter. Kita harus bisa memberikan nama yang baik karena nama
adalah sebuah do’a. Orang tua pun harus menyadari apa arti nama yang diberikan,
sehingga tidak akan berpengaruh negatif terhadap kepribadian anaknya dan dengan
pemilihan nama yang baik maka akan berpengaruh positif terhadap anaknya. Karena
setiap nama memiliki makna yang berbeda dan juga menentukan jati diri dan
karakter dari sang pemilik nama, jadi kita perlu berhati-hati dalam memberikan
nama.

Posting Komentar
Posting Komentar